Makalah

Wednesday, 18 April 2018

Makalah Pengembangan Strategi Produk


BAB 1
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. Pemasaran merupakan suatu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para perusahaan baik itu perusahaan barang atau pun perusahaan jasa dalam rangka mengembangkan usahanya, untuk memperoleh laba, serta untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya tersebut.
Saat ini, kegiatan dalam bidang pemasaran memiliki peranan yang penting dalam dunia bisnis, hal ini disebakan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dimana perusahaan berhubungan langsung dengan konsumen. Kegiatan pemasaran ini harus memberikan kesan yang baik di mata konsumen, dimana perusahaan harus memberikan layanan serta hasil produk berupa barang dan jasa yang terbaik sehingga dapat memberikan kepuasan kepada para konsumen, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur serta keberhasilan perusahaan dalam mengasilkan produk yang berkualitas dan yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Yang Dimaksud Dengan Pengembangan Produk?
2.      Apa Tujuan Dari Pengembangan Produk?
3.      Bagaimanakah Tahap-Tahap Pengembangan Produk?
4.      Bagaimanakah Tahapan Strategi Daur Hidup Produk?



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dari Pengembangan Produk
Dalam dunia bisnis dan marketing, istilah pengembangan produk (product development) sudah lazim dibicarakan, dibahas dan dianalisis. Secara umum, pengembangan produk dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa. Pengertian pengembangan produk telah banyak dikemukakan para ahli, antara lain ;
1.         Assaury (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik sehingga dapat memberikan daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar.
2.         Stanton (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) adalah suatu istilah yang terbatas mneliputi kegiatan teknis, seperti riset produk, rekayasa dan desain.
3.         Guiltinan (1991) mengatakan bahwa pengembangan produk (product develpoment) adalah suatu kebutuhan dan keinginan yang selalu berubah mengakibatkan adanya segmen baru atau adanya persaingan dan perubahan teknologi. 
4.          Sigit (1992) mengatakan bahwa pengembangan produk (product development) disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan manufacturer ( pembuat barang ) atau middlemen ( perantara ) yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.
5.         Kotler dan Armstrong (1996) mengatakan bahwa pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang.

B.     Tujuan dari Pengembangan Produk.
Menurut Buchari Alma (2000:101) tujuan pengembangan produk adalah:
1.      Untuk memenuhi keinginan konsumen yang belum puas
2.      Untuk menambah omzet penjualan
3.       Untuk memenangkan persaingan
4.      Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi
5.      Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama
6.       Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan
7.      Untuk mencegah kebosanan konsumen
8.       Untuk menyederhanakan produk, pembungkus 

C.    Tahap – Tahap Pengembangan Produk
Agar pelaksanaan pengembangan produk dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan, perlu diperhatikan tahap-tahap dalam melaksanakan pengembangan produk. Menurut Kotler (2002: 382) tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap yaitu :
1.      Idea Generation (Pemunculan Gagasan)
Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasan-gagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk. Metode untuk menciptakangagasan baru meliputi brain storming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudahada, ataupun melalui survei konsumen. 
2.      Idea Screening (Penyaringan Gagasan)
Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya. Dalam product screening, kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

3.      Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep)
Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk kepada consumer dan mencoba mengukur sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut. Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat konsumer. Pengujian dilakukan dengan meminta konsumer yang potensial untuk berinteraksi terhadap sketsa gambar atau deskripsi tertulis yang menggambarkan produk yang akan dikembangkan.
4.      Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran)
Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.
5.      Business Analysis (Analisis Bisnis)
Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasialdan bisnis dari konsep pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek, seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.
6.      Product Development (Pengembangan Produk)
Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentukfisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akanditerapkan. Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing. 


7.      Test Marketing (Pengujian Pasar)
Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand,brand positioing, dan usage testing. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channelmembers.
8.      Commercialization (Komersialisasi)
Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan. 

Beberapa faktor tambahan yang menghalangi pengembangan produk baru adalah :
Ø  Kelangkaan ide penting pada wilayah tertentu
Ø  Pasar yang terfragmentasi
Ø  Batasan sosial dan pemerintah
Ø  Biaya pengembangan
Ø  Kelangkaan modal
Ø  Waktu pengembangan yang dibutuhkan relatif pendek.

Hal yang harus diperhatikan pula dalam pengenalan awal suatu produk baru adalah penentuan strategi harga produk tersebut. Dimana strategi harga ini diperlukan untuk meminimalisir resiko produk tersebut ditolak pasar, karena terlalu mahal atau bahkan terlalu murah. Berikut ada dua cara bagaimana menentukan harga dari produk baru: 

1.      Penentuan harga mengambil sebagian pasar
Strategi ini pernah diterapkan oleh Intel ketika meluncurkan chip komputer terbaru. Mereka meluncurkan chip tersebut ke pasaran dengan harga $1000 per keping. Tentu saja harga ini hanya bisa dijangkau oleh segmen pasar kelas atas saja. Dengan harga yang tinggi, intel berusaha untuk mengambil hanya sebagian pasar yakni pasar kelas atas.
Ketika siklus produk mulai mengalami penurunan, akibat banyaknya pesaing serupa yang masuk dan penjualan mulai melemah. Intel menurunkan harga chip menjadi $200 per keping. Sehingga chip tersebut menjadi prosesor masal paling lari di pasaran. Dengan cara itu, intel mengambil pendapatan yang maksimum dari berbagai segmen pasar.
2.      Penetapan Harga Penetrasi Pasar
Selain menetapkan harga yang tinggi untuk mengambil sebagian segmen pasar. Sebagian perusahan justru menggunakan harga penetrasi pasar. Dimana mereka memberikan harga yang relatif murah, sehingga penjualan produkpun meningkat. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa menembus pasar secara cepat dan menarik banyak pembeli. 

D.    Tahapan Srategi Daur Hidup Produk
Konsep daur hidup bisa dimanfaatkan oleh manajer agar bisa memahami dinamika produk dan pasar. Manfaat sesungguhnya bisa beragam tergantung dari situasi pengambilan keputusan. Sebagai alat perencanaan, konsep daur hidup produk bisa membantu memperjelas tantangan-tantangan pemasaran pada setiap tahap dan alternative estrategi apa saja yang bisa digunakan perusahaan. Sebagai alat pengendalian, konsep ini membantu perusahaan dalam membandingkan prestasi dengan produksi sejenis dimasa lalu.
1.      Strategi Tahap Perkenalan
a.       Strategi Menyaring Cepat
Dilakukan dengan menetapkan hargatinggi dan promosi gencar. Harga ditetapkan tinggi agar bisa diperoleh sebanyak mungkin laba kotor per unit. Promosi diselenggarakan besar-besaran untuk meyakinkan konsumen tentang nilai tinggi produk, walaupun dengan tingkat harga yang mahal. Promosi ini dimaksudkan untuk mempercepat laju penerobosan pasar. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar potensial belum menyadarikehadiran produk itu, pasar berminat membeli mampu membayar dengan harga berapapun dan perusahaan menghadapi pesaing potensial yang ingin membangun referensi atas mereknya.
b.      Strategi Menyaring Lambat
Dipilih dengan menetapkan harga mahal dan promosi yang rendah. Tujuan penetapan harga tinggi adalah agar bias dihasilkan setinggi mungkin laba kotor per unit, sedangkan rendahnya promosi dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar. Kombinasi ini diharapkan bisa menjaring keuntungan yang besar. Strategi ini akan berhasil jika luas pasar terbatas, sebagian besar pasar menyadari kehadiran produk ini, pembeli mau membayar mahal dan persaingan potensial tidak tampak.
c.       Strategi Penerobosan Cepat
Dilakukan dengan penetapan harga rendah didukung promosi yang gencar. Dengan strategi ini diharapkan menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan menjangkau market share yang luas. Akan berhasil jika ukuran pasar sangat luas, pasar tidak menyadari kehadiran suatu produk, kebanyakan konsumen sangat peka terhadap harga, ada indikasi persaingan potensial yang hebat dan harga pokok produksi cenderung turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya pengalaman produksi yang diperoleh.
d.      Strategi Penerobosan Lambat
Dilakukan dengan penentuan harga danpromosi yang rendah. Harga rendah akan mempercepat diterimanya produk oleh konsumen dan rendahnya promosi dimaksudkan agar tercapai lebih banyak laba bersih bagi perusahaan. Biasanya permintaan sangat peka terhadap harga tetapi kurang peka akan promosi. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, pasat sangat menyadari kehadiran produk, pasar peka terhadap tingkat harga dan hanya sedikit persaingan potensial.
2.         Tahapan Strategi Pertumbuhan
a.       Meningkatkan mutu produk dan penambahan ciri serta model produk. Contoh implementasi : Meningkatkan waktu pelayanan pengurusan NIPER
b.      Memasuki segmen pasar yang baru. Contoh implementasi : Menawarkan fasilitas KITE ini kepada perusahaan-perusahaan milik pemerintah (BUMN).
c.       Memanfaatkan saluran distribusi yang baru. Contoh implementasi : Jika selama ini pengenalan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) hanya melalui sosialisai/penyuluhan, maka bisa mencoba menggunakan cara baru yaitu dengan bakti social atau dibarengi dengan konser musik.
d.      Menggeser paradigma konsumen dari membujuk minat ke paradigm keyakinan atas produk sehingga mau membeli atau memanfaatkan produk. Contoh implementasi : Meyakinkan kepada perusahaan-perusahaan yang telah memanfaatkanfasilitas KITE dengan membandingkan perkembangan perusahaan sebelum dengan sesudah menggunakan fasilitas KITE.
e.       Penurunan harga pada saat yang tepat untuk menarik golongan konsumen lain yang peka terhadap harga.
3.      Tahap Kedewasaan yaitu Tahap dimana pertumbuhan penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Jumlah keuntungan mantap, stabil atau menurun biasanya disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat.
4.      Tahap Penurunan yaitu Dalam tahap ini penjualan menurun dengan tajam diikuti dengan menyusutnya keuntungan. Beberapa factor yang menyebabkan penurunan penjualan diantaranya perkembangan teknologi, perubahan selera konsumen atau meningkatnya persaingan.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa pengembangan produk adalah suatu kegiatan perusahaan guna untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah. Perusahaan harus memadukan keputusan-keputusan pemasarannya dengan fungsi pemasaran yang lain diantaranya pengembangan produk baru. Biasanya bagian pemasaran mengkoordinasikan tugas-tugas pada bagian dalam perusahaan secara informal. Hal ini menyebabkan semakin pentingnya strategi pengembangan produk bagi pemasaran suatu perusahaan.

B.     SARAN
Tentunya semua produk akan menjalani siklus daur produk. Pengembangan produk sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan oleh setiap perusahaan pada produk-produknya. Untuk menghindari kejenuhan konsumen kepada produknya, sehingga produk tersebut tidak mengalami tahap decline, yang akan berakibat pada kelangsungan hidup suatu perusahaan.














DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip., Keller, Kavin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran Ed. Ke-13 Jilid 1.Jakarta: Erlangga.


Makalah Perencanaan Sumber Daya Manusia


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
            Perencanaan SDM sebagai suatu kegiatan merupakan proses bagaimana memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa akan datang bagi sebuah organisasi. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini, maka proses perencanaan SDM berarti usaha untuk mengisi/menutup kekurangan tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas. Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masa datang, perencanaan SDM lebih menekankan adanya usaha peramalan mengenai ketersediaan tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan  sesuai dengan rencana bisnis di masa datang.
            Perencanaan SDM pada dasarnya dibutuhkan ketika perencanaan bisnis sebagai implementasi visi dan misi perusahaan telah ditetapkan. Visi perusahaan sbagai pemandu arah sebuah bisnis kemana akan menuju dan dengan strategi apa bisnis tersebut akan dijalankan. Berawal dari strategi bisnis tersebut kemudiaan strategi perencanaan SDM apa yang akan dipilih. Strategi SDM yang dipilih dan ditetapkan sangat menentukan kebutuhan SDM seperti apa yang akan diinginkan, baik secara kuantitas maupun kualitas.
B. RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia?
2.      Metode, Informasi, Dan Tenaga Kerja Sumber Daya Manusia?
3.      Perencanaan Prosedur Dan Perencanaan MSDM?
4.      Perencanaan fungsi-fungsi MSDM?
5.      Pentingnya perencanaan sumber daya manusia?




BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
            Perencanaan SDM adalah proses mengantisipasi dan membuat ketentuan (persyaratan) untuk mengatur arus gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam, dan ke luar organisasi, Arthur W Sherman dan George W Bohlander, dalam Hadari Nawawi, 1997:137. Sementara menurut G Steiner, dikatakan bahwa perencanaan SDM merupakan Perencanaan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan, melalui strategi pengembangan kontribusi pekerjanya dimasa depan. Dari kedua definisi yang disebut diatas, sementara dapat disimpulkan bahwa perencanaan SDM merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya merencanakan dalam mengantisipasi masa depan.
             Tujuan perencanaan SDM adalah untuk mempergunakan SDM seefektif mungkin agar memiliki sejumlah pekerja yang memenuhi persyaratan/kualifikasi dalam mengisi posisi yang kosong kapanpun dan apapun posisi tersebut. Dengan tersedianya informasi tentang kebutuhan dan kualifikasi yang diinginkan, maka dalam pelaksanaan rekrutmen, seleksi, penempatan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemberian kesejahteraan karyawan akan lebih mudah dan terkendali. Sedangkan menurut Safauddin Alwi, 2001:143, dikatakan bahwa perencanaan SDM adalah perencanaan yang disusun pada tingkat operasional yang diajukan untuk memenuhi permintaan SDM dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
            Perencanaan SDM adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna menjamin bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan, dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat. Perencanaan SDM ini untuk menetapkan program pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan. Jadi, dalam rencana SDM harus ditetapkan semua hal tersebut secara baik dan benar.


B. METODE, INFORMASI DAN PERAMALAN TENAGA KERJA
            Metode PSDM, dikenal atas metode non ilmiah dan ilmiah. Metode non ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan pemikiran-pemikiran dari perencanaan saja. Rencana SDM semacam ini resikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenagan kerja yang tidak sesuai dengan kebuthan perusahaan. Akibatnya, timbul pemborosan ang merugikan perusahaan.
            Metode ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM dilakukan atas hasil analisis data, informasi, peramalan-peramalan dari perencanaannya. Rencana SDM semacam ini resikonya relative kecil karena segala sesuatu nya telah diperhitungkan terlebih dahulu. Metode ilmiah ini data dan informasinya harus akurat, serta analisis yang baik dan benar.
            Data adalah kejadian-kejadian nyata pada masa lampau, baik data sekunder maupun data primer. informasi adalah hasil proses data serta memberikan informative kepada penerimanya. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau yang akan datang.
            Perencanaan SDM baru dapat dilakukan dengan baik jika informasi tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan tenaga kerja diperoleh.
1.      Job Analysis, memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku mausia, dan alat-alat yang dipergunakan.
2.      Job Description, memberikan informasi tentang tugas-tugas dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan.
3.      Job Specification, memberikan informasi tentang kwlifikasi-kwalifikasi SDM ang akan menjabat suatu jabatan.
4.      Job Evaluation, memberikan informasi berat ringannya pekerjaan, risiko pekerjaan, dan gaji jabatan.
5.      Job Enrichmen, memberikan informasi untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan tertentu yang sifatnya vertical.
      Organisasi memberikan informasi tentang hal-hal berikut:
1.      Tujuan yang diinginkan tercapai, apakah laba atau memberikan pelayanan.
2.      Jenis organisasi, apakah organisasi lini, lini dan staff, fungsional, atau komite.
3.      Dasar penderpartemenan dan struktur organisasi.
4.      Rentang kendali setiap dapartemen.
5.      Kepemimpinan organisasi, individu, atau kolektif.
6.      Jumlah karyawan dan perincian mangerial dan operasional.
7.      Jenis-jenis Authory yang didelegasikan dalam organisasi.
8.      Tingkat-tingkat posisi pejabat.
            Perencanaan SDM yang baik adalah jika ia dapat meramalkan masa depan dengan cara memproyeksikan hasil anlisis informasi yang diperolehnya. Peramalan biasanya untuk masa 5 tahun yang akan datang. Apabila ramalan-ramalannya mendekati kebenaran, rencana itu baik dan benar, karena ia dapat membaca situasi masa yang akan datang dengan baik. Tujuan peramalan yaitu meramalkan kebutuhan dan persediaan tenaga kerja yang ada, meramalkan kemajuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan SDM, dan meramalkan kebijaksanaan perubahan pemerintah, seperti usia, UMR, dan jam kerja.
            Meramalkan kebutuhan tenaga kerja merupakan hal terpenting dan juga hal tersulit dilakukan. pertama, perlu mengidentifikasi berbagai kendala yang mempengaruhi pemerintah, baik factor yang mempengaruhi yang mempengaruhi langsung dan factor tidak langsung atau perubahan lingkungan eksternal. Kedua, ramalan ini dibuat dengan pertimbangan keakuratan metode ramalan yang digunakan. Peramalan sumber daya pada sisi permintaan berupaya untuk memprediksi kebutuhan tenaga kerja organisasi di masa mendatang.



C. PERENCANAAN PROSEDUR DAN PERENCANAAN MSDM
            Perencana (planner) adalah orang, baik individu maupun kelompok, yang memproses perencanaan (planning) yang hasilnya menjadi rencana (plan). Syarat-syarat perencanaan SDM yaitu sebagai berikut:
·         Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakan.
·         Harus mampu mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang SDM.
·         Harus mempunyai pengetahuan luas tentang job analysis, organisasi, dan situasi persediaan SDM.
·         Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
·         Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan tekhnologi masa depan.
·         Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.
            Sedangkan prosedur perencanaan MSDM yaitu:
·         Menetapkan secara jelas kuantitas MSDM yang dibutuhkan.
·         Mengumpulkan data dan informasi tentang MSDM.
·         Mengelompokkan data dan informasi serta menganlisisnya.
·         Menetapkan beberapa alternatif.
·         Memilih yang terbaik dari alternatif yang ada menjadi rencana.
·         Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
            Rencana SDM harus baik dan benar, supaya pembinaan dan pengarahan karyawan efektif dan efisien dalam melakukan tugas-tugasnya. Ciri-ciri SDM yang baik dan benar, antara lain sebagai berikut:
1.      Rencana harus menyeluruh, jelas, dan mudah dipahami para karyawan.
2.      Job deskription setiap personil jelas dan tidak terdapat tumpang tindih dalam pelaksanaan kerjaan.
3.      Kualitas dan kuantitas serta penempatan karyawan sesuai dengan kebutuan perusahaan.
4.      Rencana harus secara jelas menetapkan hubungan kerja, saluran pemerintah, dan tanggung jawab.
5.      Rencana harus fleksibel dalam pelaksanaannya, tetapi tujuan, pedoman, pola dasarnya tetap.
6.      Rencana harus mengatur tentang mutasi, peraturan dan sanksi hukuman, pengembangan, cara penilaian dan yang dinilai, dan lain sebagainya.
7.      Dalam rencana harus terdapat secara jelas hak dan kewajiban para karyawan.
8.      Rencana harus menjadi pedoman, kejelasan tugas pendorong semangat kerja karyawan.
9.      Rencana harus dapat digunakan menjadi alat control yang baik.
            PSDM penting bagi setiap orang karena dengan PSDM ia dapat menetapkan tujuan yang ingin dicapainya. untuk mencapai tujuan atau cita-cita ini maka kegiatan-kegiatannya akan lebih terarah, efektif, dan efisien. Selain itu, dapat menilai seberapa jauh tujuan yang telah dicapainya setiap periode, contohnya rencana pendidikan, karir, ekonomi, dan lain-lain.
            PSDM ini sangat penting bagi setiap perusahaan (organisasi) untuk dapat meningkatkan daya guna dan hasil guna mencapai tujuan perusahaan. Dengan PSDM kualitas, kuantitas, dan penempatan pegawai tetap sesuai kebutuhan perusahaan. PSDM perusahaan juga  akan dapat menilai apakah perusahaan maju atau tidak, serta control karyawan dapat dilakukan.
            PSDM bagi kepentingan nasional sangat penting karena kemajuan suatu Negara terletak pada keunggulan sumber daya manusianya. Semakin tinggi mutu SDM-nya, kemajuan negara akan cepat pula. Oleh karena itu, pemerintah harus merencanakan peningkatan mutu SDM supaya pembangunan Negara dapat berjalan lancar dan tepat. Tanpa mtu SDM yang baik, sulit untuk Negara mencapai kemajuan yang cepat, peningkatan mutu SDM hanya dapat dilakukan dengan adanya PSDM yang baik dan benar.

D. PERENCANAAN FUNGSI-FUNGSI MSDM
            Agar setiap fungsi MSDM diterapkan dengan baik dan tepat maka perlu perencanaan terlebih dahulu.
1. Perencanaan organisasi
            Perencanaan organisasi sebagai alat dan wadah orang-orang untuk bekerja sama, terintegrasi, terkoordinasi, efektif, dan harmonis, perlu direncanakan terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu direncanakan dalam pengorganisasian misalnya yaitu Besar kecilnya organisasi yang dibutuhkan, supaya efektif dan efisien membantu mencapai tujuan.
2. Perencanaan Pengarahan
            Pengarahan SDM perlu direncanakan agar mereka bekerja giat, efektif dan efisien membantu tercapainya tujuan perusahaan. Hal-hal yang perlu direncanakan dalam pengarahan (directing) SDM, antara lain yaitu: peraturan-peraturan perusahaan dan sanksi hukuman yang melanggarnya dan pengaturan pemberian insentif dan upah insentif.
3. Perencanaan Pengendalian
·         Sistem poin-poin yang dinilai.
·         Periode dan proses penilaian yang akan dilakukan.
·         Metode penilaian yang akan ditetapkan.
·         Tindak hasil penilaian terhadap SDM.
4. Perencanaan Pengadaan
·         Penentuan jumlah dari kualitas SDM yang akan diperlukan.
·         Sumber calon karyawan dan cara penarikannya.
·         Dasar, sistem, metode, dan tingkat-tingkat seleksi yang akan dilakukan.
·         Kualifikasi-kualifikasi dan prosedur seleksi yang akan dilakukan.
·         Cara penempatan calon pegawai yang dilakukan.
5. Perencanaan Pengembangan
·         Tujuan dan peserta pengembangan.
·         Metode-metode dan kurikulum pengembangan yang akan diberikan.
·         Tolak ukur metode pengembangan yang akan diterapkan.
·         Dasar penilaian dan unsur-unur yang dinilai.
·         Asas dan dasar-dasar promosi karyawan.
·         Biaya-biaya pengembangan yang akan dikeluarkan.
·         Penilai dan ruang lingkup penilaian
6. Perencanaan Kompensasi
·         Dasar, sistem, dan metode kompensasi yang akan diberlakukan.
·         Kebijaksanaan kompensasi yang akan di berlakukan.
·         Waktu pembayaran kompensasi yang akan ditetapkan.
E.  PENTINGNYA PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
            Setiap organisasi tentunya melaksanakan perencanaan SDM sesuai dengan kebutuhan organisasi. Yang perlu dikembangkan adalah sistem perencanaan SDM metode formal sehingga penyediaan dapat diperoleh kapanpun tenaga kerja itu dibutuhkan. Perencanaan SDM dilakukan dengan tujuan: Memberdayakan sumber daya manusia secara efektif dan efisien, Mengembangkan Peluang karir yang lebih efektif, Mengembangkan SDM yang berkualitas dan meiliki kepuasan kerja. Memadukan aktifitas SDM dan tujuan organisasi serta tujuan individu secara efisien.
            Perencanaan SDM itu sangat penting karena semua perencanaan itu penting. Pemanfaatan sumber daya secara maksimal tidak terjadi begitu saja. Perencanaan itu mempunyai dimensi-dimensi yang luas, tetapi hal yang terpenting berada pada tingkat utama, yakni tingkat perorangan, tingkat organisasi, dan tingkat nasional.

1. Tingkat Perorangan
            Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi kepentingan individu karena perencanaan dapat membantu meningkatkan keterampilan. Kepuasan individu dapat lebih mudah dicapai melalui perencanaan karier yang terarah.
2. Tingkat Organisasi
            Organisasi atau lembaga menggunakan perencanaan sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya dalam jangka panjang. Organisasi harus merekrut tenaga kerja yang berkualitas tinggi utnuk dipekerjakan sehingga dapat bekerja secara produktif.
3. Tingkat Nasional
            Masalah sumber daya manusia di tingkat nasional terkait dengan jumlah, komposisi, keragaman, dan angkatan kerja yang ada pada suatu Negara. Tekhnologi yang sangat berperan dalam industry akhir-akhir ini membutuhkan sumber daya manusia yang lebih terampil dalam bidang iptek, manajerial, dan inovatif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.  Maka, perlu disiapkan sumber daya yang berkualitas dan unggul untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat untuk produktivitas yang lebih baik dan tanggung jawab sosial yang tinggi.









BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
            Perencanaan SDM adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna menjamin bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan, dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat.
            Metode PSDM, dikenal atas metode non ilmiah dan ilmiah. Metode non ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan pemikiran-pemikiran dari perencanaan saja.
            Perencana (planner) adalah orang, baik individu maupun kelompok, yang memproses perencanaan (planning) yang hasilnya menjadi rencana (plan). Syarat-syarat perencanaan SDM yaitu sebagai berikut:
·         Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakan.
·         Harus mampu mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang SDM.
·         Harus mempunyai pengetahuan luas tentang job analysis, organisasi, dan situasi persediaan SDM.
            Perencanaan SDM itu sangat penting karena semua perencanaan itu penting. Pemanfaatan sumber daya secara maksimal tidak terjadi begitu saja. Perencanaan itu mempunyai dimensi-dimensi yang luas, tetapi hal yang terpenting berada pada tingkat utama, yakni tingkat perorangan, tingkat organisasi, dan tingkat nasional.

B. SARAN
            Manajemen perlu menyeimbangkan antara fungsi perencanaan sumber daya manusia dengan fungsi-fungsi yang lain agar sasaran organisasi tercapai secara keseluruhan.


DAFTAR PUSTAKA
Rahmawati Ike Kusdayah. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CV.ANDI
Hasibuan Malayu S.P. 1998. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah. Jakarta: CV Haji Masagung.
Mangkunegara Anwar Prabu.2008 Manajemen Sumber Daya perusahaan. Bandung: PT Remaja  Rosdakarya.

Makalah Segmentasi, Targeting, And Positioning Jasa

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Pada saat ini, persaingan di dunia usaha semakin ketat dan kompleks. Banyak perusahaan yang ...