Makalah

Tuesday, 1 May 2018

Makalah Promotion Mix


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
 “Promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian menjadi senang lalu membeli produk tersebut.” Secara formal dapat dikelompokkan menjadi empat macam. Bauran promosi terdiri dari empat alat utama yaitu:
1.      Periklanan (Advertising) adalah kegiatan untuk menawarkan barang pada orang banyak melalui berbagai media iklan pada waktu yang sama. Media yang dipakai bermacam-macam mengikuti perkembangan jaman seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, sticker, spanduk, kalender dan lain-lainnya.
2.      Promosi Penjualan (Sales Promotion). Adalah kegiatan promosi lain yang dilakukan secara aktif oleh penjualan, selain personal selling, dan periklanan.
3.      Publisitas (Publicity) adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor.
4.      Penjualan pribadi (personal selling) adaiah kegiatan untuk menawarkan barang atau jasa langsung kepada calon pembeli. Penjual berusaha untuk menemui calon pembeli dan berhadapan muka dengan penjual.

B.     RUMUSAN MASALAH
1)      Apa yang dimaksud dengan promosi penjualan ?
2)      Apa tujuan promosi penjualan ?
3)      Bagaimana bentuk-bentuk promosi penjualan?
4)      Sebutkan sasaran penjualan ?
C.    TUJUAN PENULISAN
1)      Mengetahui pengertian promosi penjualan ?
2)      Mengetahui tujuan promosi penjualan ?
3)      Mengetehui bentuk-bentuk promosi penjualan?
4)      Mengetahui sasaran penjualan ?








BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN PROMOSI
Promosi merupakan kegiatan terpenting, yang berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan kembali manfaat suatu produk agar mendorong konsumen untuk membeli produk yang dipromosikan tersebut. Untuk mengadakan promosi, setiap perusahaan harus dapat menentukan dengan tepat alat promosi manakah yang dipergunakan agar dapat mencapai keberhasilan dalam penjualan. menurut basu swastha dm dan irawan dalam angipora (1999), promosi merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu prodak atau jasa.
Menurut stanson dalam angipora (1999), promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, penjualan personal dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan. menurut lamb, hair, mc-daniel (2001), promosi adalah komunikasi dari para penjual yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pora calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon. menurut fandy tjiptono (2004), bauran promosi tradisional meliputi berbagai metode untuk mengkomunikasikan manfaat jasa kepada potensial dan aktual. Metode-metode tersebut terdiri atas periklanan, promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan masyarakat.
promosi menunjuk pada berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya dan membujuk para pelanggan dan konsumen sasaran untuk membeli produk tersebut. Sehingga dapat disimpulkan mengenai promosi yaitu dasar kegiatan promosi adalah komunikasi perusahaan dengan konsumen untuk mendorong terciptanya penjualan.
Menurut drs. Basu swastha sh dan irawan (1993), promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dan pemasaran.
 dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa betapapun bermanfaat suatu produk akan tetapi jika tidak dikenal konsumen, maka produk tersebut tidak akan dibeli, oleh karena itu perusahaan harus berusaha menciptakan permintaan atau produk itu dan kemudian dipelihara dan dikembangkan.
B.     TUJUAN PROMOSI
1.      Tujuan Promosi Penjualan intern. Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatankegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh: slide, filim, brosur, dan selebaran.
2.      Tujuan Promosi Penjualan Perantara. usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar, pengecer, lembaga perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik. Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberika potongan musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh’an yang lebih besar.
3.      Tujuan promosi penjualan konsumen. promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti, mendapat potongan 20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada, untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk mempertahankan penjualan.
C.    BENTUK PROMOSI
Bentuk promosi yang paling efektif dilakukan saat ini adalah bauran promosi. Bauran promosi adalah promosi yang dilakukan dengan membaurkan empat alat penting dalam promosi, yaitu periklanan, personal selling, sales promotion, dan publicity.
1.      Periklanan
Periklanan adalah sebuah promosi, gagasan, pesan-pesan penjualan persuasif kepada pelanggan dan calon pembeli dengan mempergunakan media. Pesan tentang manfaat produk perusahaan atau kebijaksanaan pemasaran yang disampaikan kepada pelanggan dan calon pembeli itu disebut iklan. Pesan tersebut dapat disampaikan dengan tulisan, gambar diam, gambara hidup, suara ataupun kombinasi dari cara-cara itu.
a.       Jenis-jenis Iklan Menurut Frank Jefkins (1997;39)dalam bukunya “Periklanan”. Secara garis besar, iklan dapat digolingkan menjdi tujuh kategori pokok, yakni sebagai berikut :
ü  Iklan Konsumen Iklan Konsumen ini mencakup tentang beberapa macam barang yang dikonsumsi atau digunakan oleh para masyarakat, seperti : Barang Konsumen, seperti bahan makanan. Shampo, sabun, dan sebagainya.
ü  Iklan Antar Bisnis Kegunaan iklan antar bisnis adalah mempromosikan barang-barang dan jasa non-konsumen, artinya baik pemasang maupun sasaran iklan sama-sama perusahaan.
ü  Iklan Perdagangan Kegunaan iklan perdagangan adalah memberikan informasi kepada para pedagang atau saudagar tentang barang-barang yang tersedia untuk dijual kembali, apakah dengan mengingatkan mereka pada merek-merek yang terkenal.
ü  Iklan Eceran Kegunaan iklan eceran adalah sebagai berikut:
Mempopulerkan perusahaan, memikat para konsumen dengan janji-janji tertentu, dan berkenaan dengan toko atau para pengecer.
ü  Iklan Bersama Sebuah dukungan iklan yang diberikan oleh pihak perusahaan atau pabrik kepada para pengecer produk-produknya juga lazim disebut dengan istilah “kerja sama iklan secara vertical”. Kerja sama iklan merupakan sisi penting dan iklan eceran dan bentuknya sendiri macam-macam
ü  Iklan Keuangan Tujuan iklan keuangan biasanya adalah untuk menghimpun dana pinjaman atau menawarkan modal, baik dalam bentuk asuransi, penjualan saham, surat obligasi, surat hutang atau dana pension.
ü  Iklan Rekruitment Iklan jenis ini bertujuan merekrut calon pegawai (seperti anggota polisi, angkatan bersenjata, perusahaan swasta, dan badan-badan umum lainnya). Dan bentuknya antara laian iklan kolom yang menjanjikan kerahasian pelamar (classified) atau iklan selebaran biasa.
b.      Manfaat Iklan Bagi Kegiatan Penjualan Iklan yang efektif dapat menunjang keberhasilan penjualan produk. Berikut ini disajikan beberapa manfaat program periklanan bagi kegiatan penjulan.
ü  Petunjuk Jalan
ü  Sebagai pembuka pintu
ü  Menjamin Ketepatan Waktu Pertemuan
ü  Menindak Lanjuti Kunjungan sales Executuves
ü  Menghangatkan Hubungan Bagian Penjualan Dengan Calon Pembeli
ü  Meningkatkan Mutu Hubungan Dengan Pelanggan
c.       Pemilihan dan Penentuan Media Dalam proses seleksi media yang akan digunakan dalam kampanye promosi, pimpinan perusahaan harus mempertimbangkan sifat-sifat periklanan golongan-golongan utama media. Istilah sifat dipilih disini,bukan sebuah keuntungan dan keerugian. Sebagai contohnya, satu sifat radio menimbulkan sebagai media pengiklanan adalah bahwa radio menimbulkan kesan lewat pendengaran. Buat banyak produk, sifat ini merupakan keuntungan. Akan tetapi bagi produk yang dapat diajukan secara baik dalam foto berwarna, sifat radio tersebut merupakan kerugian.
Ada beberapa media yang dijadikan sebagai pengiklana suetu perusahaan adalag sebagai berikut :
ü  Media Cetak Menurut Rhenald Khasali (1995;99) dalam bukunya “Manajemen Periklanan” Media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesan–pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan sejmlah kata, gambar, atau foto,dalam tata warna dan halaman putih.
ü  Media Televisi Televise media yang paling baru dan berkembang paling banyak diantara media-media terpenting, dan mungkin seklai yamg paling serbagun (versatile). Himbauannya dating lewat penglihatan maupun pendengaran; produk-produk dapat didemonstrasikan dan diterangkan. Televisi sangat luwes dalam hal meliputi pasaran geografis serta mengenai waktu penyajian pesannya. Karena pesan sebagian datang lewat pendengaran, televisi dapat memanfaatkan pengaruh personal dramatis dari ucapan kata-kata pesan itu.
ü  Media Radio Seperti majalah, radio adalah media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu. Dalam masyarakat agraris dengan jangkauan wilayah yang sangat luas, radio telah menjawab kebutuhan untuk meyakinkan komunikasi yang dapat memicu perubahan masyarakat.
ü  Media Luar Ruang Yang dimaksud dengan media luar ruang disini adalah seperti papan reklame. Pengiklanan papan reklame merupakan media yang fleksibel dan murah. Oleh karena dapat mencapai hampir semua penduduk, cara ini cocok sekali untuk produk konsumen yang banyak dipakai, yang memerlukan keterangan singkat. Ini merupakan bentuk paengiklanan tipe mengingatkan, dan pengaruhnya terasa karena ukuran yang besar dan berwarna.
ü  Media Lini Bawah Dalam hal ini yang termasuk media lini bawah yakni antara lain, promosi penjualan, sponsor, direct mail (untuk iklan dengan metode pemasaran direct respone) dan pameran- pameran. Namun sesungguhnya diluar media-media ini, masih bnayak media iklan lini bawah lainnya.
2.      Personal Selling
Personal Selling atau Penjualan Pribadi merupakan interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan. Personal selling dapat juga digunakan untuk macam – macam tujuan, misalnya untuk menimbulkan minat pada calon pembeli, menimbulkan preferensi terhadap barang tertentu, mengadakan transaksi jual beli dan sebagainya. Sebagai komponen “promotional mix”, personal sellingmemungkinkan penjual untuk:
·         Mengadakan hubungan langsung dengan calon pembeli, sehingga dapat mengamati dari dekat karateristik dan kebutuhan calon pembeli.
·         Membina berbagai macam hubungan dengan pembeli, mulai dari hubungan perdagangan hingga hubungan persahabatan yang erat. Dalam banyak hal, penjual bersikap mengalah terhadap pembeli, ia harus menggunakan segenap kemampuannya untuk merayu calon pembeli. Tetapi ada kalanya untuk mendapatkan “order” penjual mengadakan tekanan atau melakukan tindakan – tindakan yang dapat merugikan pembeli. Namun pada umumnya, penjual berusaha menjaga hubungan baik dengan para langganannya.
·         Mendapat tanggapan dari calon pembeli. Berbeda dari pengiklanan,personal selling menyebabkan pembeli potensial merasa sulit untuk tidak memperhatikan apa yang dikatakan penjual.
3.      Sales promotion
Pengertian Sales Promotion (Promosi Penjualan) banyak dikemukakan para ahli. Belch and Belch (2009) memberikan pengertian Sales Promotion atau Promosi Penjualan sebagai aktivitas promosi yang memberikan keuntungan pada penjualan, dan dapat meningkatkan volume penjualan dengan segera. Kotler (2004) memberikan pengertian Sales Promotion (Promosi Penjualan) sebagai insentif jangka-pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk atau jasa. Grewal and Levy (2008) memberikan pengertian Sales Promotioan (Promosi Penjualan) sebagai insentif spesial atau program-program menarik yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk dan jasa tertentu. Jadi, promosi penjualan adalah aktivitas promosi yang terdiri dari insentif jangka pendek yang dilakukan untuk mendorong pembelian dengan segera dan meningkatkan penjualan perusahaan. Pada dasarnya ada tujuan dengan dilaksanakannya Sales Promotion (Promosi Penjualan).
Kotler (2009) menyatakan bahwa Sales Promotion (Promosi Penjualan) memiliki beberapa tujuan, antara lain :
·         Menarik konsumen baru untuk melakukan uji coba terhadap suatu produk. Cara ini bisa ditempuh dengan menawarkan harga produk dengan murah atau melalui promosi buy one get one.
·         Memberikan penghargaan pada pelanggan yang loyal, misalnya dalam bisnis penerbangan, pelanggan yang pernah melakukan penerbangan dengan United Airlines sejauh jarak tertentu akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain : potongan harga untuk penerbangan berikutnya, upgrade seat, dan hadiah berupa perhiasan, peralatan golf, dan lain-lain.
·         Peningkatan frekuensi dan kuantitas pembelian. Dengan adanya promosi seperti buy one get one dan diskon, konsumen akan lebih tertarik untuk membeli lebih sering produk suatu perusahaan.
·         Memperkuat brand image dan memperkuat brand relationship, karena melalui promosi penjualan yang diadakan akan mampu untuk terus-menerus mengingatkan konsumen akan merk suatu produk sehingga dapat membentuk image produk tersebut dan secara tidak langsung membangun hubungan dengan pelanggan.
4.      Publicity
Publicity yaitu sejumlah informasi tentang barang atau perusahaan yang di sebarluaskan ke masyarakat dengan cara membuat berita yang mempunyai arti komersial atau berupa penyajian lain yang bersifat positif. Dengan demikian suatu perusahaan dengan produknya dapat menjadi perhatian umum.
Publisitas merupakan pelengkap yang efektif bagi alat promosi yang lain seperti periklanan, personal selling, dan promosi penjualan. Biasanya, media bersedia mempublisitas suatu cerita apabila materinya dirasakan cukup menarik atau patut dijadikan berita. Jika dibandingkan dengan alat promosi lain seperti periklanan, pubiisitas mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
·         Publisitas dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca,
sebuah iklan.
·         Publisitas dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat
kabar atau pada posisi lain yang mencolok.
·         Lebih dapat dipercaya, apabila sebuah surat kabar atau majalah
mempublisitas sebuah cerita sebagai berita, pembaca menggangap bahwa cerita tersebut merupakan berita dan berita umumnya lebih dipercaya daripada iklan.
·         Publisitas jauh lebih murah karena dilakukan secara bebas tanpa dipungut biaya.

D.    SASARAN PROMOSI
Promosi penjualan memiliki tiga kelompok sasaran, yaitu:
1.      Tenaga penjual Harus secara antusias dan agresif menjual produk.
2.      Penjual ritel Didorong untuk memasok dan mempromosikan merek dengan cara diberikan imbalan berupaallowances, diskon, kontes, dan program pendukung periklanan lainnya.
3.      Konsumen Didorong untuk membeli merek dengan imbalan kupon, sampel, premi, cent-off deal, undian, dan insentif lainnya.










BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Promosi merupakan kegiatan terpenting, yang berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan kembali manfaat suatu produk agar mendorong konsumen untuk membeli produk yang dipromosikan tersebut. Untuk mengadakan promosi, setiap perusahaan harus dapat menentukan dengan tepat alat promosi manakah yang dipergunakan agar dapat mencapai keberhasilan dalam penjualan.
Tujuan Promosi Penjualan intern. Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatankegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh: slide, filim, brosur, dan selebaran.
B.     SARAN
Demikianlah makalah yang kami buat, apabila ada kekurangan maupun kesalahan dalam penulisan kami mohon maaf. Kritik dan saran yang mendukung senantiasa kami harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA
Basu Swastha, 1999. Azas-Azas Marketing, Liberty, Yogyakarta.
Drs. Marwan Asri, MBA, 1991. Marketing, AMP YPKN, Yogyakarta.
Fandy Tjiptono, 2004. Pemasaran Jasa, Bayu Media, Malang.
Kotler Phillip, A.B Susanto, 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta.


Wednesday, 18 April 2018

Makalah Manajemen Keuangan Investasi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaan yang dapat digunakan sebagai jaminan social di masa depannya. Seseorang sering tidak menyadari dirinya telah melakukan investasi, misalnya dengan menabung dan sebagainya. Agar tak terjebak melakukan investasi ke dalam portofolio “sampah”, atau bahkan ditipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming yang menarik, anda harus mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-resiko yang dihadapi dalam berinvestasi. Karena banyak sekali jenis dari investasi tersebut. Jangan sampai terbuai dengan iming-iming menarik yang tinggi, tapi uang anda habis sia-sia. Investasi pun banyak jenis dan macamnya jadi harus pandai melihat ke sektor mana kita akan menanamkan saham kita. Peran penting sekali dari beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap kali individu.
Peran individu sangatlah penting dalam berperan aktif karena dapat mencegahnya harga barang yang tak terkontrol. Pemerintah sebaiknya mengatur beberapa aturan tentang peraturan penanaman modal, karena sejak pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kepres khusus mengenai penanaman modal karena banyaknya kendala yang dihadapi oleh para investor. Yng ingin membuka usaha daerah, khususnya yang berkaitan dengan proses pengurusan izin usaha. Investor sering kali dibebani oleh urusan birokrasi yang berbelat-belit sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan disertai dengan biaya tambahan yang cukup besar.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Yang Dimaksud Dengan Konsep Investasi?
2.      Apa Saja Macam Dan Jenis Investasi?
3.      Bagaimana Metode Dan Cara Penilaian Keputusan Investasi?
4.      Kelebihan Dan Kelemahan Masing-Masing Penilaian Keputusan Investasi?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    KONSEP INVESTASI
Keputusan investasi merupakan salah satu aspek dari penentuan anggaran modal, selain keputusan pendanaan. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya kalau keputusan pendanaan berfokus pada keputusan yang berhubungan dengan usaha pemenuhan kebutuhan peningkatan dana melalui pinjaman, ekuitas atau gabungan keduanya.
Keputusan investasi disisi lain lebih berfokus pada pilihan-pilihan apakah membeli suatu aktiva, melaksanakan suatu proyek, membuat suatu produk, dan lain sebagainya yang lebih mengarah kepada pengadaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan operasional. Umumnya investasi dalam bisnis memiliki dua karakteristik kunci yang pertama, investasi meliputi aktiva yang mempunyai umur ekonomis yang relative panjang, dan yang kedua, dari investasi tersebut diharapkan dapat menyediakan suatu hasil tertentu dalam jangka panjang.
Alternative keputusan tersebut dapat berupa keputusan screening atau keputusan preferensi. Keputusan screening meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan apakah sebuah proyek yang diusulkan memenuhi standar penerimaan yang ada. Misalnya suatu perusahaan hanya akan membuat kebijakan untuk menerima/menyetujui suatu proyek penurunan biaya apabila kebijakan itu memungkinkan perolehan suatu tingkat atau pendapatan tertentu. Sebagai suatu keputusan screening manajemen akan memutuskan menolak produk yang tidak memenuhi tingkat laba atau pendapatan yang ditetapkan tersebut.
Keputusan referensi berhubungan dengan pemilihan dari beberapa bagian kegiatan yang kompetitif. Sebagai iustrasi, sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan 5 jrenis mesin yang berbeda untuk mengganti mesin yang ada pada lini perakitan. Pemilihan mesin yang akan dibeli merupakan suatu keputusan preferensi. Keputusan-keputusan investasi yang sering dihadapi oleh para manajer dalam perusahaan dapat berupa:
·         Keputusan penurunan biaya. Apakah peralatan baru akan dibeli untuk menurunkan biaya-biaya?
·         Keputusan ekspansi pabrik. Apakah pabrik, gudang, atau fasilitas baru lainnya akan dibeli untuk meningkatkan kapasitas dan penjualan?
·         Keputusan pemilihan peralatan. Dari beberapa alternative mesin yang tersedia jenis mana yang paling efektif pembiayaannya untuk dibeli?
·         Keputusan menyewa atau membeli. Apakah fasilitas pabrik baru akan disewakan atau dibeli?
·         Keputusan penggantian peralatan. Apakah peralatan lama akan diganti sekarang atau ditunda penggantiannya?

B.     MACAM DAN JENIS INVESTASI
Sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan investasi sebagai salah satu tabungan yang berguna dalam jangka panjang atau masa depan. Selain karena jika menabung berbentuk uang saja akan cepat habis atau sering diambil. Investasi juga dapat dibentuk menjadi sebuah barang yang bahkan fungsinya dapat dimanfaatkan oleh investor nya sendiri. Untuk itu kenapa investasi banyak ditawarkan dan digunakan oleh para pengusaha atau pemilik uang dan juga barang kekayaan. Investasi sekarang dapat anda nikmati diperusahaan keuangan atau di bank-bank. Macam-macam dan jenis-jenis investasi yang perlu diketahui, yaitu:
1.      Reksa Dana
Reksa dana yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan ke asset financial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank custodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak asset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham. Obligasi dan instrument pasar uang sesuai dengan kebijakan dari manajer investasi.


2.      Mata Uang Asing
Segala macam uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut system mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
3.      Property
Investasi dalam property berarti investasi dalam bentuk tanah dan rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari property yaitu, menyewakan property tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa atau menjual property tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
4.      Barang-barang koleksi
Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antic, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.
5.      Saham
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perushaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntngan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.



6.      Emas
Emas merupakan barang berharga yang paling diterima diseluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, seperti amerika, jepang, jerman, inggris, italia, kanada dan perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
7.      Tabungan di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapan pun yang kita inginkan.
8.      Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik utnuk menambah modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi  biasanya sedikit lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
9.      Deposito di bank
Deposito di bank merupakan suatu produk deposito yang hamper sama dengan produk tabungan, yang membedakannya disini adalah dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebh tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selama deposito itu belum jatuh tempo, uang pada deposito tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga di bank.


C.    METODE DAN CARA PENILAIAN KEPUTUSAN
Ada beberapa alat analisa atau metode dalam keputusan investasi. Metode yang sering digunakan antara lain:
1.      Metode Net Present Value (NPV)
Net Present Value adalah selisih antara nilai sekarang dari cash flow dengan nilai sekarang dari investasi. Dengan metode ini pertama yang harus dilakukan adalah menghitung present value dari penerimaan dengan tingkat discount rate tertentu, kemudian dibandingkan dengan present value dari investasi. Keputusan dari penilaian ini dengan metode ini bila selisih antara PV dari clash flow lebih besar berarti nilai NPV bernilai posistif, artinya  investasi yang dijalankan layak, dan sebaliknya apabila selish PV dari cash flow lebih kecil dibanding dengan PV investasi, maka investasi dipandang tidak layak.
2.      Metode  Payback Period (PBP)
Payback Period adalah suatu metode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yang diterima, atau dengan kata lain bahwa payback period digunakan untuk mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan kembali seperti semula.
3.      Metode Profitability Index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara present value dari penerimaan dengan present value dari investasi. Bila profitability index lebih besar dari 1 maka proyek investasi layak untuk dijalankan.
4.      Metode Average Rate of Return (ARR)
Metode ini mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari investasi. Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi, sehingga angka yang dipergunakan adalah setelah pajak dibagi dengan rata-rata investasi.
5.      Metode Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return atau vield untuk suatu investasi adalah tingkat bunga yang menyamakan present value arus kas keluar dan present value arus kas masuk.
Contoh perhitungan (Husnan: 2000, 140-145)
Perusahaan taxi akan membuka devisi baru, dimulai dengan membeli 50 buah taxi dengan harga 30.000.000 per unit. Ditaksir usia ekonomis selama 4 tahun dengan nilai sisa sebesar 4.000.000. penyusutan dengan metode garis lurus. Taxi tersebut akan dioperasikan selama setahun full (asumsi 300 hari) dan setiap hari pengemudi akan dikenakan setoran 50.000 per hari. Berbagai biaya yang yang bersifat tunai ditaksir sebesar 3.000.000 pajak penghasilan yang dikenakan 35%. Asumsi tingkat bunga yang relevan sebesar 16%.
Penghasilan 300 hari x 50 taxi x Rp 50.000 = 750.000.000
Biaya-biaya
a)      Bersifat tunai 50 x 3 jt = 150.000.000
b)      Penyusutan 50 x 6.5 jt = 325.000.000
= 475.000.000
            Laba operasi (EBIT)               = 275.000.000
            Pajak 35%                               = 96.250.000
            Laba setelah pajak (EAT)       = 178.750.000
            Taksiran kas masuk bersih       = EAT + deprsiasi
                                                            = 178.750.000 + 325.000.000
                                                            = 503.750.000






a.       Metode NPV
Tahun
Cash flow
Df
PV of Cash Flow
1
Rp 503.750.000
0.862
Rp 434.267.241
2
Rp 503.750.000
0.743
Rp 374.368.312
3
Rp 503.750.000
0.641
Rp 322.731.303
4
Rp 503.750.000
0.552
Rp 278.216.641

Rp 200.000.000
0.552
Rp 110.458.220

Total PV Cash Flow

Rp 1.520.041.716

PV of Investasi

Rp 1.500.000.000

Net Present Value

Rp 20.041.716

      Kesimpulan: karena nilai NPV posistif maka investasi tersebut diterima.
b.      Metode Payback Period
1                                                                                   Rp 503.750.000
2                                                                                   Rp 503.750.000
PV Kas Masuk                                    Rp 1.007 500.000
PV Investasi                                        Rp 1.500.000.000
Sisa                                                      Rp 492.500.000
Karena tahun ke-3 diharapkan investasi tersebut menghasilkan Rp 503.750.000 maka kekurangan sebesar Rp 492.500.000 diharapkan akan kembali dalam jangka waktu:
      = (Rp 492.500.000/Rp 503.750.000) x 12 bulan
      = 11,73 bulan
Dengan demikian periode payback = 2 tahun, 11,73 bulan
c.       Metode Profitability Index
Profitability index       = PV Kas Masuk / PV Kas Keluar
                                    = Rp 1.520.041.716 / Rp 1.500.000.000
                                    = 1,013
d.      Metode Average Rate of Return
Average Rate of Return          = (rata-rata kas masuk bersih/rata-rata investasi) x 100%
                                                = (Rp 503.750.000/Rp 850.000.000) x 100%
                                                = 59,26%
e.       Metode Internal Rate of Return


16%

17%
1
Rp 503.750.000
0,862069
Rp 434.267.241
0,854701
2
Rp 503.750.000
0,743163
Rp 374.368.312
0,730514
3
Rp 503.750.000
0,640658
Rp 322.731.303
0,624371
4
Rp 503.750.000
0,552291
Rp 278.216.641
0,53365

Rp 200.000.000
0,552291
Rp 110.458.220
0,53365


PV Kas Masuk
Rp 1.520.041.716



PV Investasi
Rp 1.500.000.000



NPV
Rp 20.141.716


                        Dengan trial and error
                        i                       PV Kas Masuk
                        16%                 Rp 1.520.041.716
                        17%                 Rp 1.488.634.646
                        1%                   Rp 31.407.070
                        = (Rp 20.041.716/Rp 31.407.070) x 1%
                        = 0.62%
                        I = 16% + 0,62%
                        I = 16,62%
D.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN  MASING-MASING PENILAIAN KEPUTUSAN INVESTASI
1.      Metode PayBack Period
Kelebihan dari metode playback period ini adalah:
·         Mudah dimengerti.
·         Lebih mengutamakan investasi yang menghasilkan aliran kas yang lebih cepat.
·         Beranggapan bahwa semakin lama waktu pengembalian, semakin tinggi resikonya.
·         Cukup akurat untuk mengukur nilai investasi yang diperbandingkan untuk beberapa kasus dan bagi pembuat keputusan.

Kelemahan metode payback period ini adalah:
·         Mengabaikan nilai waktu daripada waktu uang (time value of money).
·         Mengabaikan penerimaan-penerimaan invstasi atau proceeds setelah periode tercapai.

2.      Accounting Rate Of Return
Kelebihan dari metode ini adalah:
·         Sederhana dan mudah dimengerti
·         Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak perlu memerlukan perhitungan tambahan.

Kelemahan utama dari metode ini adalah:
·         Tidak memperhitungkan “time value of money”
·         Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dari investasi bersangkutan.

3.      Net Present Value (NPV)
Kelebihan dari metode ini adalah:
·         Memperhatikan nilai waktu dari pada uang (time value of money).
·         Mengutamakan aliran kas yang lebih awal.
·         Tidak mengabaikan aliran kas selama periode proyek atau investasi

Kelemahan dari metode ini adalah:
·         Memerlukan perhitungan cost of capital sebagai discount rate.
·         Lebih sulit penerapannya dari pada payback period.

4.      Internal Rate Of Return (IRR)
Kelebihan dari metode ini adalah:
·         Tidak mengakibatkan aliran kas selama periode proyek.
·         Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang.
·         Mengutamakan aliran kas awal dari pada aliran kas belakangan.

Kelemahan dari metode ini adalah:
·         Memerlukan perhitungan COC (Cost Of Capital) sebagai batas minimal dari nilai yang mungkin dicapai.
·         Lebih sulit melakukan perhitungan.

5.      Profitability Indeks (PI)
Kelebihan dari metode ini adalah:
·         Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang (time value of money)
·         Menentukan terlebih dahulu bunga yang akan digunakan.
·         Konsisten dengan tujuan perusahaan, yang memaksimalkan kekayaan pemegang saham.

Kelemahan dari metode ini adalah:
·         Dapat memberikan panduan dan pilihan yang salah pada proyek-proyek yang mutually exclusive yang memiliki unsure ekonomis dan skala yang berbeda.








BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Keputusan investasi merupakan salah satu aspek dari penentuan anggaran modal, selain keputusan pendanaan. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya kalau keputusan pendanaan berfokus pada keputusan yang berhubungan dengan usaha pemenuhan kebutuhan peningkatan dana melalui pinjaman, ekuitas atau gabungan keduanya.
Macam dan jenis investasi yang perlu diketahui yaitu reksa dana, mata uang asing, property, barang-barang koleksi, saham, emas, tabungan di bank, obligasi, dan deposito di bank.
Ada beberapa alat analisa atau metode dalam keputusan investasi. Metode yang sering digunakan antara lain:
1.      Metode Net Present Value (NPV)
2.      Metode  Payback Period (PBP)
3.      Metode Profitability Index (PI)
4.      Metode Average Rate of Return (ARR)
5.      Metode Internal Rate of Return (IRR)

B.     SARAN
Demikianlah makalah yang kami buat, apabila ada kekurangan maupun kesalahan dalam penulisan kami mohon maaf. Kritik dan saran yang mendukung senantiasa kami harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad. 2000. Manajemen Keuangan Teori Dan Penerapannya (keputusan jangka panjang), Buku 1, Edisi 4, BPFE Yogyakarta.
Sutrisno.2007. Manajemen Keuangan Teori Konsep Dan Aplikasi, Cetakan kelima Penerbit Ekonisia Yogyakarta.
Hendra S. Raharjaputra. 2009. Manajemen Keuangan Dan Akuntansi Teori Konsep Investasi, Cetakan Pertama.

Makalah Segmentasi, Targeting, And Positioning Jasa

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Pada saat ini, persaingan di dunia usaha semakin ketat dan kompleks. Banyak perusahaan yang ...